Innalillahi wainnailaihi rojiun…

Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Drs. Djoko Sugiarto, M.Pd pada hari Senin, 25 April 2011 pukul 01.20 WIB . Insyaallah sebuah akhir yang husnul khotimah. Almarhum baru ditugaskan sebagai kepala sekolah SMPN 4 Bogor sejak bulan Pebruari 2011, tetapi dalam waktu yang baru dua bulan telah cukup banyak memberi amanah yang begitu bermakna bagi kami semua selaku para pendidik.

Hari itu, Senin 18 April 2011, selesai upacara bendera kami semua guru dan staf Tata usaha berkumpul di ruang guru untuk mendapat pengarahan singkat dari Alm. Bapak terlihat pucat dan lemah karena itu beliau kami siapkan tempat duduk sebelumnya dan memang beliau berkenan untuk duduk. Dalam pengarahan tersebut Bapak mengatakan bahwa beliau kurang sehat karena itu tidak bisa mengikuti upacara bendera dan Bapak berpesan,”bagi Bapak/Ibu yang sehat wajib mengikuti upacara bendera, kalau tidak mau, sehatnya berikan ke Bapak saja karena Bapak ingin bisa mengikuti upacara bendera, tapi kalau sambil duduk kan tidak pantas…”. Saat Bapak berbicara terlihat sekali begitu berat nafasnya sehingga beliau menanyakan kepada kami apakah suaranya bisa terdengar atau tidak. Kami semuanya sebenarnya merasa tidak tega mendengar Bapak berbicara tapi terlihat semangat bapak ingin menyampaikan banyak hal kepada kami. Sungguh saat seperti itu membuat kami tidak terbayang bahwa ajalnya sesungguhnya telah dekat.

Point penting dari nasihat Bapak pada hari itu kepada semua guru yaitu Bapak mengingatkan dan memohon bahwa salah satu yang terpenting dari tugas guru adalah ketika sudah terdengar bel masuk, guru harus segera menuju ke kelas, jangan sampai menjadi “guru panggilan” karena kalau guru panggilan tinggal ditanya saja tarifnya berapa hehe.. Maksudnya “guru panggilan” di sini adalah jangan sampai menunggu murid datang menjemput guru.

Selang 3 hari kemudian, dalam acara ESQ yang diadakan di sekolah untuk memberi motivasi kepada peserta didik kelas 9 yang akan menghadapi Ujian Nasional, saat memberi kata sambutan, Bapak begitu bersemangat mengkondisikan anak-anak untuk mengikuti kegiatan dengan sepenuh hati. Sungguh jauh berbeda kondisinya dengan saat Bapak memberi wejangan di hari Senin sebelumnya. Hari itu Bapak terlihat begitu bergairah memotivasi anak-anak. Dan disaat itu juga Bapak meminta maaf kepada anak-anak bila ada kesalahan. Dan yang lebih berkesan bagi kami adalah selesai memberi sambutan, Bapak langsung menyalami semua Ibu dan Bapak guru yang duduk di barisan belakang. Benar, Bapak terlihat segar dan ceria.

Itulah rupanya saat terakhir kami bertemu Bapak di sekolah karena setelah hari itu Bapak sebagai ketua penyelenggara Ujian Nasional tingkat Rayon harus mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran Ujian Nasional. Cerita yang kami dengar dari beberapa teman bahwa di akhir hayatnya Bapak masih sibuk menyelesaikan berkas-berkas hingga pukul 20.00 WIB di SMP Negeri 5 Bogor. Hal yang membuat kami terkesan bahwa di hari terakhir itu Ibu Djoko terus mendampingi Bapak sampai malam, tapi  kemudian Ibu pamit pulang duluan naik angkot. Sungguh saat-saat akhir yang indah untuk dikenang dan diambil hikmahnya oleh kita semua. Dan dari cerita Ibu Djoko, Bapak kemudian tiba di rumah pukul 21.00 WIB. Tapi itupun Bapak masih membuka laptop untuk menyelesaikan pekerjaan hingga pukul 23.00 WIB. Setelah itu baru Bapak istirahat tetapi 2 jam kemudian (sekitar pukul 01.00 WIB dini hari) Bapak terbangun karena batuk. Kemudian Ibu mengambilkan air putih, Bapak kembali batuk sampai batuk yang ketiga kali… Bapak akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan mudah dan tenang… Innalillahi wa innailaihi rojiun… Selamat jalan Bapak… Insyaallah sebuah akhir yang baik bagi seorang muslim. Insyaallah semua nasihat Bapak akan kami laksanakan sehingga akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Bapak di alam akhirat. Amin…

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment